18/10/24

Fenomena Pendidikan


Hai kawan pembaca, sungguh lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Vacum terlalu lama memang, tapi entah kenapa kali ini ada hasrat untuk mengetikkan beberapa kata. Saya ingin menceritakan salah satu hal tentang fenomena pendidikan beberapa tahun ini. Hal ini saya curahkan mengingat sudah lumayan lama terjun di lingkungan ini.
Tak dapat dipungkiri bahwa guru memang menjadi pionir dalam pelaksanaan pembelajaran. Baik dari segi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran berlangsung, hingga pascapembelajaran. Ada sedikit hal yang mengusik diri saya mengenai perencanaan pembelajaran. Mulai saya pertama kali terjun ke ranah pendidikan ini, saya tahu bahwa seorang pendidik atau guru harus bersiap merancang dan menyusun perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran ini digunakan sebagai acuan atau pedoman seorang guru dalam membelajarkan peserta didik. Saya mengenal sistem kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) kala itu. Ya, Anda para guru pasti tahu kurikulum ini yang terbit di tahun 2006 dan cukup lama menduduki sistem kurikulum nasional. Menurut saya, kurikulum ini sudah sangat variatif jika dilihat dari pengembangan Kompetensi Dasar berdasarkan Standar Kompetensi yang disajikan. Namun, Indikator yang dijabarkan mengacu pada Kompetensi Dasar yang diajarkan dan subjektif dijabarkan oleh guru. Sebagai contoh, Kompetensi Dasar pada mata pelajaran bahasa Indonesia sudah terdapat ragam pembelajaran bahasa dan ragam pembelajaran sastra. Bahkan, tiap tingkatan pendidikan ada perbedaan. Misalnya pada tingkat SMK, dikenal terdapat tiga tingkatan. Tiga tingkatan tersebut adalah, tingkat madia, tingkat semenjana

15/08/17

TUGAS 8 Kelas X


15 Agustus 2017
7 - 8 Kelas X Far
16 Agustus 2017
3 - 4 Kelas X Kep

Kerjakan tugas berikut!
1.      Bacalah teks eksposisi berikut ini!
Ekonomi Indonesia Akan Melampaui Jerman Dan Inggris
Sumber: Foto Junanto Herdiawan
Gambar 3.3 Sidang pembahasan ekonomi Indonesia
Indonesia menjadi buah bibir pada saat pelaksanaan Sidang Tahunan International Monetery Fund (IMF)/World Bank (WB) 2012 Tokyo, 9—14 Oktober 2012 lalu. Newsletter resmi yang dibagikan IMF kepada seluruh peserta sidang mengangkat satu topik khusus mengenai Indonesia. Media itu mengangkat hasil riset dari McKinsey dan Standard Chartered yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesi akan melampaui Jerman dan Inggris pada tahun 2030.
Keyakinan itu tentu beralasan. Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 90 juta orang yang berada di kelompok consuming class. Angka ini adalah angka terbesar di dunia setelah Cina dan India. Dengan kekuatan itu pula, pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh dunia dengan nilai pendapatan nasional sebesar 1,8 triliun dolar AS dari sektor pertanian, konsumsi, dan energi.
Indonesia saat ini sedang berada pada laju transformasi yang pesat menuju ke arah tersebut. Saat ini, ekonomi Indonesia berada pada posisi 16 dunia dengan pendapatan domestik nasional sebesar 846 miliar dolar AS tahun 2011. Angka itu akan terus tumbuh hingga mencapai 1,8 triliun dolar AS mulai tahun 2017. Pada tahun 2030 hanya Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Brasil, dan Rusia, yang berada di atas ekonomi Indonesia.
 
art . ekspression . culture Blogger Template by Ipietoon Blogger Template