18/10/24

Fenomena Pendidikan


Hai kawan pembaca, sungguh lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Vacum terlalu lama memang, tapi entah kenapa kali ini ada hasrat untuk mengetikkan beberapa kata. Saya ingin menceritakan salah satu hal tentang fenomena pendidikan beberapa tahun ini. Hal ini saya curahkan mengingat sudah lumayan lama terjun di lingkungan ini.
Tak dapat dipungkiri bahwa guru memang menjadi pionir dalam pelaksanaan pembelajaran. Baik dari segi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran berlangsung, hingga pascapembelajaran. Ada sedikit hal yang mengusik diri saya mengenai perencanaan pembelajaran. Mulai saya pertama kali terjun ke ranah pendidikan ini, saya tahu bahwa seorang pendidik atau guru harus bersiap merancang dan menyusun perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran ini digunakan sebagai acuan atau pedoman seorang guru dalam membelajarkan peserta didik. Saya mengenal sistem kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) kala itu. Ya, Anda para guru pasti tahu kurikulum ini yang terbit di tahun 2006 dan cukup lama menduduki sistem kurikulum nasional. Menurut saya, kurikulum ini sudah sangat variatif jika dilihat dari pengembangan Kompetensi Dasar berdasarkan Standar Kompetensi yang disajikan. Namun, Indikator yang dijabarkan mengacu pada Kompetensi Dasar yang diajarkan dan subjektif dijabarkan oleh guru. Sebagai contoh, Kompetensi Dasar pada mata pelajaran bahasa Indonesia sudah terdapat ragam pembelajaran bahasa dan ragam pembelajaran sastra. Bahkan, tiap tingkatan pendidikan ada perbedaan. Misalnya pada tingkat SMK, dikenal terdapat tiga tingkatan. Tiga tingkatan tersebut adalah, tingkat madia, tingkat semenjana

0 komentar:

Posting Komentar

 
art . ekspression . culture Blogger Template by Ipietoon Blogger Template