Indonesia salah satu Negara yang ikut terjun dalam kerasnya persaingan dunia globalisasi, hal inilah yang membawa Negara ini jatuh bangun membangun wilayah kenegaraan juga membina dan membangun penduduknya menjadi manusia yang berdaya guna yang dapat kita sebut sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan kompeten dibidangnya. Berbagai program dicanangkan sebagai wujud upaya yang dilakukan pemerintah untuk merangkak menjadi Negara maju dari reputasi Negara berkembang. Mulai dari berbagai segi atau bidang, baik pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan hingga keamanan
untuk Negara ditinjau teritorialnya atau wilayah dan penduduk atau masyarakat Indonesia yang berdomisili dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
untuk Negara ditinjau teritorialnya atau wilayah dan penduduk atau masyarakat Indonesia yang berdomisili dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berbagai kalangan mengungkapkan argumentasi mereka masing-masing mengenai pendidikan secara beragam atau menurut persepsi dan pemahaman secara individu. Namun menurut saya, pendidikan sangatlah mempunyai peranan penting bagi kelangsungan masa depan generasi penerus bangsa Indonesia. Pendidikan merupakan suatu hal utama yang harus ditanamkan dengan tujuan menempa secara fisik, mental serta moral bagi individu-individu, yang diharapkan dapat menjadi pribadi manusia Indonesia yang berbudaya, dapat menjalankan hal yang sesuai dengan tugasnya baik menurut hak maupun kewajiban yang memang telah menjadi tanggung jawabnya. Merupakan sarana guna membentuk sistem kepribadian, pola berpikir, dan intelegensi atau kemampuan anak-anak bangsa dan Negara Indonesia. Salah satu bidang yang diperjuangkan pemerintah melalui program-program yang dicanangkannya semisal mendirikan sekolah-sekolah umum di seluruh wilayah negeri, agar anak-anak negeri tidak tertinggal atau terbelakang, memiliki kemampuan dan berpengetahuan. Didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai supaya tercipta efektifitas dan efisiensi terlaksanakannya program pendidikan bagi generasi penerus bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari uraian tentang pendidikan yang berperan dasar bagi kelangsungan seseorang di atas, sebuah bangsa atau Negara memerlukan rakyat (manusia) yang berkarakter baik. Sebagai manusia Indonesia yang berbakti kepada negaranya yang merupakan wujud cinta tanah air kelahirannya seharusnya kita memiliki kepribadian yang positif, yaitu kepribadian yang berkarakter. Yang dimaksud adalah manusia Indonesia yang memiliki kemampuan dalam mengolah emosi yang disebut dengan kecerdasan emosi yang didukung dengan cara berpikir yang kritis juga kreatif sehingga membentuk kepribadian seseorang baik dari segi pola berpikir dalam memecahkan hingga memutuskan suatu permasalahan juga bagaimana cara seseorang tersebut berperilaku atau bersikap memperlakukan dirinya dihadapan orang lain. Manusia Indonesia yang memiliki kepribadian berkarakter merupakan manusia yang memiliki jiwa nasionalisme terhadap negaranya, terbukti dengan kepribadiannya yang memiliki ketajaman intelegensi berpikir. Wujud kontribusi manusia Indonesia sebagai warga Negara terhadap Republik Indonesia melalui peranan yang telah diaplikasikan berupa karakter-karakter positif.
Dari karakter-karakter positif yang tercermin pada manusia Indonesia sebagai warga Negara inilah, membina dan memunculkan semangat juga loyalitas dalam menjalankan aktivitasnya sesuai dengan bidangnya yang telah dikuasai sehingga berbuah hasil dan memiliki nilai tersendiri bagi orang lain atau masyarakat secara luas. Kesungguhan seseorang dalam menekuni profesi yang menjadi keahliannya yang diharapkan dapat berkembang sebagai langkah sikap kritis diimbangi dengan pola pikir rasional secara bijaksana, pemecahan masalah yang tepat yang akhirnya dapat mendatangkan manfaat bagi bangsa Indonesia baik secara langsung maupun secara tidak langsung tanpa kita sadari.
Kita harus sadar, bahwa pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini sangatlah penting. Seharusnya kita dapat menomor satukan hal ini, dapat dikatakan bahwa pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini bersifat mendesak bahkan mutlak atau tidak adanya tawar menawar. Hal ini cukup memiliki alasan yang tepat dan mendukung. Pembentukan karakter dan watak atau kepribadian ini mutlak diperlukan dikarenakan adanya krisis global yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini. Krisis yang terus menerus berkelanjutan tanpa adanya suatu solusi atau pemecahan berbagai masalah yang mengguncang negeri ini yang belum dapat ditangani secara tepat dan tuntas. Dapat kita jumpai berbagai wacana ataupun berita di berbagai media, rakyat menuntut sebuah kejelasan yang seharusnya dapat ditangani oleh pemerintah. Hal ini merupakan wujud protes suatu pihak baik individu atau kelompok yang kritis menanggapi permasalahan yang terjadi dengan maksud menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia yang masih diresahkan. Kita dapat mengandaikan bahwa rakyat Indonesia hingga saat ini masih hidup dalam dunia mimpi, menjadi seorang pemimpi yang merindukan kemakmuran, kesejahteraan dan kecukupan bahkan hidup layak bagi rakyat-rakyat yang hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan. Mereka dibiarkan berangan-angan yang tak tentu arah dan tak tentu kejelasnya akan dapat tercapai. Obralan janji yang tidak kunjung direalisasikan secara nyata sebagai hak mutlak yang seharusnya diperoleh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Keinginan dalam hal kemakmuran secara material dan spiritual dapat tercukupi. Dapat diandaikan bahwa, suatu pemimpin bangsa yang besar mengajak bangsa atau rakyatnya menjadi "pemimpi" dalam menggapai kemakmuran yang dicita-citakannya. Apakah ini merupakan batu penggerak atau motivator dari segi pelaksanaan kewajibannya? Ataukah naluri egoisitas yang menguasai diri para pemimpin bangsa Indonesia menjadi penyebab ketidakstabilan kesejahteraan bangsa Indonesia, yang lebih jelasnya terjebak dalam kemiskinan yang tidak kunjung usai?
Peristiwa juga keadaan yang marak terjadi pada dewasa ini, yang sedang gencar dan hangat-hangatnya secara aktual muncul di berbagai media massa di antaranya kelakuan remaja-remaja yang melakakukan tawuran, orang dewasa pun tak kalah dengan bentrok yang mereka lakukan, pergaulan bebas yang makin menjadi, bahkan anak-anak menjadi pecandu film porno yang tidak selayaknya menjadi tontonan, penggunaan narkoba, juga kriminalitas dan skandal yang tidak kunjung selesai dengan orang-orang berdasi sebagai pelakunya. Alasan yang tak terbantahkan sekaligus bukti bahwa bangsa dan Negara kita Indonesia memiliki karakter bangsa yang telah menurun, sudah tidak lagi dikatakan baik. Moralitas telah diabaikan, mentalitas bangsa Indonesia telah tercemar oleh akulturasi juga pengaruh bangsa lain di era globalisasi sekarang ini. Maka sesegera mungkin kita sebagai manusia Indonesia bertindak menyelamatkan bangsa dan Negara kita sendiri, kalau bukan kita siapa lagi? Diperlukan manusia yang memahami permasalahan sekarang ini, berpikir kritis dengan tindakan positif secara nyata salah satunya melalui pembentukan karakter dan watak atau kepribadian yang bermutu dan berdaya guna.
Penerapan manusia Indonesia yang secara realitas tercermin pada sosok wanita yang telah berumah tangga ini, sebut saja Ninik Sunarti. Salah satu manusia Indonesia yang dapat memberikan kita inspirasi, semangat juang melalui sepak terjangnya di dunia pendidikan, juga cara pandang atau cara berpikir dari berbagai sisi. Baikkah untuk diri kita sendiri sebagai makhluk individu? Baik jugakah untuk orang lain yang berada di sekitar kita? Bagaimana peranan beliau di kancah pendidikan sebagai tenaga pengajar yang kompeten? Apakah rahasia dibalik kontribusinya dalam bidang pendidikan yang membawanya menjadi guru yang berprestasi?
Berikut kilas kisah guru Taman Kanak-kanak yang membanggakan ini, menelusuri jejak-jejaknya yang akan mengispirasi kita menjadi manusia Indonesia yang memiliki kepribadian yang berkarakter, kompeten dibidangnya, inspiratif sebagai warga Negara Indonesia yang mengabdi dan ikut berkontribusi bagi Negara sendiri. Memang sederhana, namun bagi saya dialah sosok yang mengispirasi bagi saya untuk terus berjuang bersemangat dalam menjalani kehidupan secara ikhlas, teratur, berprinsip, dan tidak pernah lepas dari sang Mahakuasa untuk selalu menghadap-Nya di setiap waktu dan kapanpun.
Pribadinya yang menyenangkan, pendiam, kesederhanaan juga pribadi yang santun terpancar pada dirinya juga tingkah laku yang dilakukannya ketika melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga yang memang menjadi kewajibannya karena ia seorang istri. Wanita setengah baya yang telah berumur dengan kisaran 40 tahunan ini masih piawai dalam berkarir. Perawakannya yang tinggi semampai dengan kulit kuning langsat dan ditunjang dengan busana yang santun berbalut jilbab. Ninik tinggal bersama sang suami dan ketiga anaknya di sebuah rumah yang belum dapat dikatakan bagus jika tampak dari berbagai sisi saat kita memandangnya. Sang suami berprofesi sebagai guru agama di Sekolah Menengah Pertama. Sudah PNS memang, tetapi di kala tahun 1990-an saat itu gaji seorang guru belumlah dapat dikatakan patut dapat pula dikatakan kurang. Tidak ada niatan Ninik untuk bersikap otoriter terhadap suaminya, menuntut pendapatan yang berlebih atau meminta hal yang macam-macam. Kehidupan keluarga kecil ini sangatlah sederhana, meski selalu dihadapkan masalah ekonomi suami istri ini selalu berunding memecahkan masalah bersama.
Suatu ketika, Ninik memperoleh tawaran mengajar Taman Kanak-kanak (TK) yang terletak tak jauh dari tempat tinggalnya. Diambillah kesempatan itu, meski belum mempunyai sertifikat mengajar bahkan hanya lulusan SMEA. Seorang guru Taman Kanak-kanak dihadapkan dengan murid-murid kisaran umur 5-6 tahun, sebuah tuntutan kesabaran juga keuletan dalam mengatasi polah tingkah laku yang masih anak-anak. Kelelahan juga keletihan tidak hanya dialami secara fisik, namun beban secara psikis yaitu pikiran yang terus saja dibina agar kuat mental menghadapi kelakuan yang ditimbulkan murid-murid Taman Kanak-kanak. Dirasa memang sulit dan dibutuhkan guru yang memiliki kepribadian yang berkarakter agar dapat membina peserta didiknya dalam proses pembentukan karakter ketika duduk dibangku pendidikan melalui model pembelajaran yang digunakan dan cara-cara seorang guru yang menimbulkan ketertarikan dan kesenangan dalam proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas.
Berdasarkan pengamatan atau observasi terkait dengan perihal mengenai guru Taman Kanak-kanak, haruslah dapat menghasilkan media pembelajaran atau yang seringkali disebut dengan alat peraga untuk peserta didiknya. Karena media pembelajaran ini sangatlah berperan dalam proses belajar mengajar berlangsung dengan maksud teori atau bahan ajar yang disampaikan oleh seorang guru dapat secara tepat diterima peserta didik dengan baik, kemudian diharapkan dapat mengerti tentang hal yang disampaikan oleh guru tersebut dan dapat melakukannya sendiri sebagai tindak lanjut yang berwujud latihan (belajar secara mandiri) di luar kelas.
Peran guru menurut profesinya adalah mendidik peserta didik dengan tujuan dapat memiliki pengetahuan, berkemampuan secara akademik juga memiliki keterampilan sehingga terbentuk generasi manusia Indonesia yang kompeten dan memiliki keahlian. Selain itu, guru adalah pembentuk kepribadian peserta didik yang nantinya akan berpengaruh pada hasil berupa bentuk karakter yang menonjol pada masing-masing peserta didik. Hal ini akan terlihat pada pola pikir atau cara berpikir seorang peserta didik dalam menyikapi suatu permasalahan baik secara akademik di bangku pendidikan juga di lingkungan sosial ketika dia berinteraksi, berhubungan, berkomunikasi dengan orang lain. Hasil lain sebagai bentuk karakter adalah secara fisik, yaitu polah tingkah laku juga sikap seorang peserta didik dalam menghargai dirinya ketika berhadapan dengan orang lain secara sistem sosial yang menuntut seseorang berhubungan dengan masyarakat secara luas. Menata dirinya, meletakkan dirinya sebagai wujud penghormatan terhadap dirinya sendiri tercermin melalui tindak tanduk perbuatan baik didukung sikap dengan mengagungkan etika dan sopan santun. Seberapa banyakkah kita melakukan perbuatan baik tersebut? Lebih banyakkah bila dibandingkan dengan perbuatan buruk kita, atau justru sebaliknya? Hingga membuat kita haruslah menyadari untuk sesegera mungkin mengoreksi diri bila dirasa membawa kerugian bagi orang lain, orang-orang yang berada di sekitar kita.
Profesinya memaksa dirinya untuk tampil sepercaya diri mungkin, kejelasan bicara, dan cara penyampaian bahan ajar terhadap peserta didik sangat mempengaruhi dan menjadi penentu keberhasilan seorang guru dalam mengajar. Dari pribadi Ninik yang pendiam, seketika berubah total semenjak berprofesi guru Taman Kanak-kanak menjadi percaya diri tinggi, tegas, bicara lebih keras bila dibandingkan dengan cara bicara sebelumnya, supel dan pandai bergaul dengan siapapun. Dapat dikatakan, Ninik terlahir dengan pribadi yang baru. Pribadi yang dapat menimbulkan iri positif bagi orang lain. Apa sih iri positif itu?
Iri positif yang dimaksud bukanlah kesenjangan sosial, namun menginspirasi orang lain selain itu menumbuhkan semangat menjadi pribadi yang seutuhnya dengan menghargai diri sendiri, menekuni dan menyenangi pekerjaannya dengan ikhlas hati dalam menjalankannya.
Kepribadian yang berkarakter telah melekat pada diri seorang Ninik, kontribusinya sebagai tenaga pendidik dibuktikan keikutsertaannya dalam berbagai lomba yang diselenggarakan dari pihak-pihak pelaksana dengan guru Taman Kanak-kanak sebagai peserta lombanya. Kesungguhan, kerelaan hati, ketulusan yang inspiratif menggeluti perlombaan tersebut guna menguji dirinya melalui kompetisi ditunjukkan dengan kemunculan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif sebagai terobosan dalam latihan-latihannya sebelum berlaga diperlombaan. Dari usaha-usahanya akhirnya membawa hasil yang begitu memuaskan dan melebihi dugaan permulaan, prestasi gemilang diraihnya berupa piala, berbagai piagam dan sertifikat.
Untuk menunjang profesi keguruannya, Ninik meneruskan bangku perkuliahan dengan mengambil program studi Ilmu Pendidikan Psikologi dan Bimbingan sebagai pemenuhan persyaratan yang dianjurkan pemerintah, latar belakang pendidikan terakhir seorang guru adalah sarjana. Kesungguhannya untuk menempuh pendidikan kembali merupakan keputusan yang sangatlah luar biasa dan dapatlah diacungi jempol. Meskipun waktu yang telah ia korbankan, namun ia dapat secara seimbang membaginya. Kapankah ia berperan sebagai ibu rumah tangga yang melayani untuk suami juga anak-anaknya, kapankah ia fokus ketika perannya menjadi seorang guru yang bertugas mengajar peserta didik di Taman Kanak-kanak, lalu konsentrasi ia ketika mengikuti perkuliahan, dan hubungan kemasyarakatan yang terbina dalam menjalin persaudaraan di lingkungan tempat tinggalnya.
Manusia Indonesia yang berkarakter adalah manusia yang mampu berpikir realistis atau rasional secara kritis, hati-hati dengan ketangkasan dan ketajaman bernalar dalam menyikapi permasalahan yang dialami dalam kehidupan. Keseimbangan sangatlah diperlukan dalam roda kehidupan, sebagai agenda atau penjadwalan hingga menjadi sebuah kebiasaan bagi seseorang. Terciptalah keteraturan dalam kehidupan, fokus terarah mencapai suatu hal yang telah menjadi tujuan hidup seseorang yang bergantung pada keputusan atau pilihan seseorang itu sendiri dalam memilih jalannya. Seperti halnya, Ninik dapat membagi waktunya meski kegiatan yang beruntun padat harus diselesaikan di setiap harinya guna terpenuhinya naluri tercapainya tujuan yang ia inginkan. Tugas seorang istri yang utama adalah melayani suami juga membimbing anak-anaknya sebagai peran ibu rumah tangga. Tidaklah ini memang alamiah dan jalan seorang wanita yang sudah menikah. Keikhlasanlah yang akan membuat seorang wanita merasa ringan atau tidak terbebani mengemban kewajiban ini.
Ninik berkontribusi secara tidak langsung terhadap Negara melalui pendidikan dengan berprofesi sebagai tenaga pendidik atau guru. Hal ini diperlukan faktor internal agar menjadi guru yang berdaya guna seperti halnya berkompeten dibidang pendidikan pengajaran. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, Ninik memutuskan untuk belajar di bangku perkuliahan. Keputusan ini haruslah dipikirkan matang-matang terlebih dahulu ditinjau dari konsekuensi yang timbul ketika menjalankan program rencananya ini. Siap menerima dan tidaklah pantas menyesalinya jika timbul masalah berupa kejenuhan, stress berpikir atau malas di tengah-tengah perjuangan sebelum mencapai finish yaitu memperoleh gelar sarjana. Keputusan menuntut ilmu kembali ini, membawa pengaruh pula terhadap sistem sosial. Hubungan interaksi dengan lingkungan sekitar tempat tinggal atau masyarakat secara luas harus dapat selalu terbina dengan baik dan tidak menimbulkan kesenjangan sosial maupun miss komunikasi.
Prestasinya kian melejit bak roket yang meluncur ke angkasa, tak lama kemudian Ninik dipercaya memangku jabatan sebagai Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak tempat ia bekerja. Meskipun sekolah tersebut bukan negeri, tak lain adalah yayasan tidaklah menjadi alasan baginya untuk terus berkembang menekuni karir dengan profesinya sebagai guru Taman Kanak-kanak. Ia menjalankan tugasnya sebagai guru yaitu tenaga pengajar juga merangkap sebagai kepala sekolah yang bertanggung jawab mengelola sekolah tersebut. Pribadinya yang supel dan mudah bergaul, dia dikelilingi banyak teman-teman yang seprofesi dengannya. Keakraban yang terbina inilah, Ninik berkesempatan mengikuti berbagai lomba yang diselenggarakan untuk guru-guru Taman Kanak-kanak. Di antaranya lomba senam guru-guru Taman Kanak-kanak, lomba berdongeng yang diikuti guru Taman Kanak-kanak, juga lomba-lomba lain yang menuntut seorang guru memunculkan kreativitasnya, kreasi dan inovatif.
Kemampuannya yang kompeten di bidangnya dengan karakter dan watak atau kepribadian yang positif, perlulah mentauladaninya dengan pengaplikasian dalam kehidupan kita. Ninik telah memperoleh gelar sarjana, ia telah masuk persyaratan sebagai guru yang berhak mengikuti sertifikasi. Ia berjuang sangat keras, berbagai dokumen dikumpulkannya untuk memenuhi persyaratan atau syarat lolos sertifikasi guru tersebut. Usahanya tidaklah sia-sia belaka, ia lolos sertifikasi guru kuota tahun 2007. Hal ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi guru-guru yang lolos sertifikasi guru, yaitu memperoleh tunjangan. Tunjangan yang ia peroleh hampir dapat menyaingi pegawai negeri, tidaklah masalah jika ia belum termasuk di dalamnya toh ia telah mendapat tunjangan yang layak ditambah gaji insentif dari pihak yayasan sekolah tempat ia mengajar.
Seiring dengan berjalannya waktu, kemampuannya secara intelegensi Ninik mulai terlihat. Terbukti UPT Dikdas dan LS yang bertanggung jawab memantau Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) merekomendasikannya untuk mengikuti lomba guru berprestasi yang diikuti guru-guru mulai dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA/SMK tingkat kabupaten. Ia memperoleh kesempatan dan telah dipercaya untuk mewakili guru TK di daerahnya berduel atau berkompetisi di tingkat kabupaten.
Tidak dapat menolak, ia meyakinkan dirinya untuk menjalankan amanah tersebut sesuai dengan usaha dan kemampuan yang ia miliki. Berbagai persyaratan dipenuhi, mulai dari berkas-berkas berkaitan dengan dirinya, sertifikat-sertifikat yang harus disertakan, hingga karya tulis yang menentukan kreativitas yang diciptakan seorang guru guna pembelajaran di kelas yang akan membawa ketertarikan bagi murid-murid atau peserta didiknya.
Hal yang membuat saya tertarik dan dapat kita acungkan jempol pada dirinya adalah kreativitas yang menjurus sesuai dengan zaman sekarang, sikap juga cara berpikir kritisnya mengubah sesuatu hal yang awalnya membosankan bahkan monoton menjadi secercah sinar keindahan yang menimbulkan semangat belajar bagi peserta didik sebagai murid-murid yang harus dibimbingnya. Ninik menciptakan terobosan baru ihwal yang berkaitan dengan media pembelajaran yang digunakan saat proses belajar mengajar di dalam kelas. Alat peraga, media belajar bagi murid-murid Taman Kanak-kanak yang efektif digunakan.
Menurut karya tulis yang diciptakannya, ia mengambil konsep dengan dasar teknologi sebagai pemicu ketertarikan dan kesenangan bagi peserta didik Taman Kanak-kanak yaitu komputer dan laptop. Komputer dan laptop ini digunakan sebagai media pembelajaran dalam menyampaikan bahasa dalam mengenal kata, yang diharapkan peserta didik dapat mempunyai kemampuan dalam mengenal kata didukung dengan gambar yang memicu mereka untuk semangat juga antusias dalam belajar.
Bagaimana cara menggunakan alat peraga komputer dan laptop tersebut? Bagaimana bisa alat peraga tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk peserta didiknya? Ini hal menarik, saya akan menyinggung kilas tentang seluk-beluk pembuatan media pembelajaran yang unik ini.
Komputer dan laptop hanyalah konsep atau gagasan Ninik dalam membuat media pembelajaran untuk peserta didiknya. Dari sinilah, Ninik membuat komputer dan laptop tiruan yang terbuat dari bahan dasar gabus/busa, dibentuk mirip menyerupai bentuk asli komputer dan laptop. Lalu bagaimana cara kerjanya, jika alat peraga dasar ini telah selesai dibuat? Selanjutnya kita harus membuat alat peraga pendukung, yaitu bahan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. Ninik mengangkat permasalahan atau menyinggung materi mengenai kemampuan mengenal bahasa melalui alat peraga komputer dan laptop. Maka, wujud pengenalan bahasa inilah berupa kata yang diperkenalkan kepada peserta didik. Cara pengenalan ini berupa gambar, semisal gambar buah-buahan, sayuran atau binatang yang mudah dikenali murid-murid Taman Kanak-kanak. Guru menyediakan kertas yang bergambar buah-buahan, sayuran atau binatang untuk mendukung terlaksanakannya kegiatan pembelajaran menggunakan media tersebut.
Cara kerjanya adalah secara kelompok. Peserta didik Taman Kanak-kanak diminta membentuk kelompok yang terdiri atas 4 (empat) orang. Mereka mempunyai tugasnya masing-masing, yaitu murid yang bertugas berhadapan dengan komputer dan laptop, murid yang bertugas membawa kartu gambar kemudian menempelnya di monitor, murid yang bertugas menebak kata pada gambar, dan murid yang bertugas menuliskan kata tersebut.
Media pembelajaran berupa alat peraga yang diciptakan sang guru Taman Kanak-kanak ini sangatlah membantu bagi peserta didiknya. Selain materi yang diajarkan dapat tersampaikan dengan baik, juga memberikan kesenangan dan hiburan bagi peserta didik. Sesuai dengan sistem pembelajaran yang berjalan di jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak adalah belajar sambil bermain, mengingat usia mereka yang masih dini yang masih senang bermain-main tanpa adanya tekanan dalam belajar. Alat peraga juga dapat meningkatkan intelegensi peserta didik, memudahkan mereka dalam belajar, selain itu dapat mengembangkan kecepatan berpikir sehingga mencapai kecerdasan peserta didik itu sendiri.
Lalu bagaimana hasil kompetisi lomba guru berprestasi yang dia ikuti? Usahanya berbuah manis, Ninik memperoleh juara kedua untuk kategori guru Taman Kanak-kanak se-kabupaten. Piala dan sertifikat ditentengnya, bibirnya tersungging senyuman yang menggembirakan. Namun ada sedikit ganjalan di hatinya yang membuatnya sedikit tidak rela, Ninik seharusnya menduduki peringkat pertama. Takdir berkata lain, kebenaran belumlah terungkap karena tertutup dengan kelicikan. Salah satu juri perlombaan tersebut tidak jujur, yang merupakan guru dari sekolah lawan. Tidak disangka, sang juri menyontek karya ilmiah Ninik yang kemudian disadur oleh guru perwakilan dari sekolahnya. Hasil karya tulisnya tidaklah jauh berbeda hanya mengganti model alat peraganya saja. Siapa saja pastilah tidak rela jika karyanya telah disadur, bahkan terjadi di depan mata kita. Hal ini tidaklah mengubah apapun, perlombaan telah usai dan tidaklah mungkin waktu berjalan mundur kembali. Dari waktu ke waktu, Ninik dapat mengikhlaskan peristiwa tersebut dan membangun dirinya kembali dengan selalu mengasah kemampuan di antaranya mengikuti berbagai perlombaan yang akan menguji kemampuan kita.
Satu pelajaran yang perlu dicatat, karakter dan watak atau kepribadian seseorang bermacam-macam. Kita sebagai makhluk sosial yang setiap harinya selalu bergaul dan berhubungan dengan masyarakat, perlulah menempatkan diri kita sendiri dengan baik. Mengenal orang-orang yang berada di sekitar kita yang tiba saatnya nanti kita harus dapat bertindak dan memutuskan langkah apa yang akan diambil jika berbagai konflik bermunculan yang disebabkan orang-orang sekitar kita. Akibat dari karakter dan watak atau kepribadian dari diri kita, juga polah tingkah laku-perbuatan dan bagaimana kita bersikap. Ataukah kita harus dan akan beradaptasi menyesuaikan keadaan dengan orang-orang yang berada di sekitar kita.
Wujud sumbangsih Ninik tidak hanya dikancah pendidikan yang bergelut dengan profesinya sebagai guru. Meskipun sudah berumur atau sudah tidak lagi muda, dia mengikuti kegiatan keorganisasian di daerahnya. Ninik telah dipercaya mengemban tugas sebagai ketua PKK, ketua Dawis (Dasa Wisma), ketua Pokja I (posyandu) di desanya. Kepiawaiannya dalam berinteraksi, membina hubungan baik dan bergaul dengan lingkungan sekitarnya sangatlah bagus. Posisi-posisi yang disandangnya, yang kebanyakan adalah ketua tidaklah membuatnya tinggi hati. Bahkan keorganisasian yang dia pimpin mengalami kemajuan daripada tahun-tahun sebelumnya. Umur tidaklah membatasi seseorang untuk ikut berkontribusi bagi bangsa dan negaranya sendiri, bila hal-hal yang dilakukannya dirasa baik dan memang perlu juga layak dilakukan. Justru di hidup kita yang semakin redup, seharusnya kita dapat menghargai waktu dengan melakukan suatu hal yang bermanfaat. Terutama bagi diri sendiri, bahkan memberikan manfaat pula bagi khalayak orang lain yang berada di sekitar kita mengingat kita manusia tidaklah abadi.
Kehidupan keluarga kecil Ninik berangsur mulai membaik dari segi ekonomi yang tercukupi. Pekerjaannya mendatangkan kebaikan untuk dirinya juga keluarganya, ia dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, biaya sekolah untuk anak-anaknya, biaya-biaya lain terkait dengan kelangsungan hidup. Selain dirinya dapat menyambung duduk di bangku perkuliahan menuntut gelar Magister Psikologi Pendidikan, suami tercintanya dapat melanjutkan kuliah menuntut gelar Magister Ilmu Agama Islam. Pendidikan yang mereka berikan terhadap anak-anaknya sangatlah baik sehingga anak-anaknya tersebut berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang diharapkan bagi orang tua mereka. Dari berbagai kesibukan yang dilakukannya, Ninik tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu yang menuntun anak-anaknya. Dia telah melaksanakannya dengan baik. Didikannya pun berhasil, anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang patuh, berbakti dan tentu saja berperilaku baik, prestasinya dapat diandalkan, tidak lupa pula dalam sembah sujud terhadap sang Mahakuasa sangat tekun mereka kerjakan. Sekarang putri satu-satunya suami istri ini, tengah menempuh studi di Universitas Negeri Semarang dengan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kemudian putra pertama mereka masih belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 5 Surakarta yang telah mencapai tingkat tiga (XII) jurusan Teknik Gambar Bangunan. Dan yang terakhir, putra kedua mereka tengah belajar di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) Pondok Ta’mirul Islam Surakarta yang masih menempuh tingkat satu (kelas X).
Sosok kedua manusia ini begitu saya kagumi, suami istri ini tidak pernah menghalangi suatu hal yang menjadi cita-cita, suatu hal yang ingin dicapai anak-anak mereka. Mereka tidak memutuskan harapan-harapan juga mimpi-mimpi buah hati mereka, namun justru mereka ingin membantu mewujudkannya. Pengaplikasiaan atau secara realitasnya di antaranya melalui pendidikan yang mereka junjung tinggi, bertekad untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah. Apapun caranya, bagaimanapun caranya dan inilah yang menjadi salah satu semangat bagi mereka untuk mencari naskah yang bergelut dengan berbagai macam peserta didik yang menjadi kewajibannya.
Intelegensi wanita yang bernama Ninik ini terpancar dari dirinya, terbentuk melalui pola pikir atau cara berpikir sebagai penerapan dalam mendidik dan membimbing buah hatinya. Arahan, ketegasan mengenai sesuatu hal yang layak dilakukan sebagai suatu kebenaran dan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan sebagai suatu keburukan yang sebaiknya dihindari dan akan membawa pengaruh buruk untuk putra putrinya. Saya ingat betul, berbagai perkataan yang diucapkannya bermanfaat untuk kehidupan saya. Ilmu yang ia peroleh dari studinya program pascasarjana Magister Psikologi Pendidikan dicurahkannya kepada anak-anaknya. Salah satu hal yang masih selalu saya ingat, melalui perilaku juga perbuatan yang dilakukan seseorang kita dapat melihat karakter dan watak atau kepribadian yang dimiliki seseorang tersebut. Selain itu, kita juga dapat melihat karakter dan watak atau kepribadian berdasarkan cara berbicara, bersikap, bahkan pandangan mata yang terpancar dari diri seseorang tersebut.
Karakter dan watak atau kepribadian seseorang berdasarkan cara berbicara dapat diidentifikasi menurut cara penyampaian seseorang tersebut dalam berbicara, baik dari segi nada, dinamika dan tempo. Kemudian secara luar, terlihat dari cara sikap mereka saat berbicara ikut menentukan kepribadian seseorang. Semisal seseorang berbicara secara cepat hingga orang yang dihadapannya sebagai pendengar tidak dapat menangkap maksud yang disampaikan pembicara sehingga mengakibatkan miss komunikasi. Dapat diidentifikasi bahwa orang tersebut tergolong memiliki kepribadian yang terburu-buru dalam mengambil langkah atau dalam mengerjakan sesuatu, dapat pula dikatakan cekatan atau tepat tanggap namun memiliki sikap yang kurang bersosialisasi atau kurang memiliki kepedulian dengan orang sekitarnya. Kecenderungan sikap otoritas dalam dirinya sehingga menyebabkan terbinanya hubungan baik dengan orang sekitar tempat dia berada.
Sikap, selain mencerminkan siapakah diri anda atau tampilan diri anda adalah tergambar dari sikap yang anda tunjukkan dihadapan orang lain, juga sebagai terjemahan karakter dan watak atau kepribadian yang dimiliki seseorang tersebut. Seseorang yang bersikap tidak peduli atau acuh tak acuh dengan lingkungan tempat dia bernaung, dapat diidentifikasi bahwa dia memiliki kepribadian yang dinilai buruk. Dari sikap tersebut, tampaklah seseorang tersebut dapat diartikan mempunyai kepribadian yang egois (mementingkan dirinya sendiri), cenderung sombong yang menganggap dirinya mampu melakukan sesuatu hal berkaitan dengan kehidupannya tanpa bantuan dari orang lain.
Pandangan mata yang terpancar dari diri seseorang, mengisyaratkan sebuah tanda seseorang dalam bersikap, bertindak juga berpikir. Sorotan mata seseorang dapat mewakili curahan perasaan dan berkaitan dengan hal yang sedang dia pikirkan juga yang sedang dia renungkan. Suatu ketika seorang laki-laki yang menaruh hati terdapat seorang wanita yang telah menggetarkan hatinya sehingga membuat dirinya hilang akal. Kita mengandaikan diri kita sebagai pengamat, tentulah hal ini dapat terbaca melalui pandangan mata seorang laki-laki tersebut terhadap wanita itu. Pandangan mata yang berbeda dari lazimnya, tatapan tajam yang mendalam sehingga seakan menunjukkan sedalam itulah seorang laki-laki tersebut mencinta seorang wanita itu. Selain itu, pandangan mata seseorang yang berhati mulia dan baik budinya dapat terlihat dari sorotan matanya. Seakan-akan kita dapat merasakan suatu keteduhan, ketentraman dan kenyamanan hati ketika melihat dan berjumpa dengan sosok orang tersebut. Dapatlah kita menyimpulkan bahwa pandangan mata dapat menunjukkan karakter dan watak atau kepribadian yang timbul atau yang dimiliki seseorang dalam bersikap secara interaksi sosial dalam masyarakat. Manusia yang peka, yang dapat merasakan, dan dapat berpikir secara cerdas, pasti akan dapat melihat karakter dan watak atau kepribadian seseorang melalui cara berbicara, bersikap, juga pandangan mata yang terpancar dari diri seseorang tersebut.
Anda pasti bertanya-tanya, kenapa saya begitu mengenal pribadi Ninik ini? Ninik adalah bunda saya, yang selalu memberikan motivasi, inspirasi, pandangan hidup bahkan sosok yang menjadi anutan bagi saya untuk melangkah atau mengambil keputusan dalam menjalani kehidupan. Tidak ada salahnya, kita mengagumi sosok seseorang yang memicu semangat kita dalam hidup. Bahkan, seharusnya kita mempunyai sosok idola sebagai acuan, panduan juga petunjuk menyikapi permasalahan yang kita hadapi. Idola berdasarkan karakter dan watak atau kepribadiannya, bukan idola yang membuat kita terlena oleh fananya duniawi seperti halnya kekaguman kita terhadap artis yang berlebihan sehingga membuat kita disibukkan dengan hal yang tidak perlu tentang artis tersebut. Selain tidak mendatangkan kebermanfaatan bagi kita, juga tidak dapat memberikan atau menularkan ilmu kepada diri kita.
Dari kisah kehidupan Ninik tersebut di atas, kita memperoleh berbagai pelajaran yang bermanfaat yang dapat dijadikan sebagai contoh. 1) menjalankan kewajibannya sesuai dengan lingkupnya, dari kisah Ninik tersebut dia menjalankan tugasnya sebagai seorang istri untuk suami dan anak-anaknya, profesinya sebagai guru, bersosialisasi dengan hidup bermasyarakat; 2) berkompeten di bidangnya, terbukti tuntutan profesinya sebagai guru haruslah memiliki kreativitas dan inovatif dalam proses belajar mengajar melalui media pembelajaran yang diciptakan; 3) semangat mencari ilmu dan menggapai cita-cita, kesediaan serta termotivasinya untuk melakukan studi di bangku perkuliahan menyelesaikan gelar sarjana, bahkan dia melanjutkan studi program pascasarjana dengan program studi lanjutan psikologi pendidikan; 4) ibu rumah tangga tidak menghalangi untuk selalu berkarya dan berkontribusi, ditunjukkan dirinya melalui sumbangsingnya terhadap berbagai organisasi kemasyarakatan yang diikuti bahkan ia telah dipercaya memangku jabatan yang berperan untuk kelangsungan organisasi tersebut; 5) ilmu yang diperoleh diterapkannya dalam kehidupan, dengan menularkannya terhadap anak-anaknya selain untuk pengetahuan mereka juga menambah wawasan; 6) karakter dan watak atau kepribadian yang patut ditiru, semangat, tegas, berdedikasi, kompeten, percaya diri, pandai bergaul dan supel, ramah terhadap setiap orang, kreatif dan inovatif serta berdaya guna tinggi yang mempunyai intelegensi, kemudian ketulusan dari setiap apapun yang dilakukannya, berperilaku baik.
Perubahan bangsa dan Negara Indonesia salah satunya melalui peningkatan sumber daya manusia melalui bidang pendidikan dengan menitik beratkan pembentukan karakter dan watak atau kepribadian yang dimulai dari tingkat rendah. Anak adalah buah dari perkawinan, begitu pula karakter dan watak atau kepribadian adalah buah dari pendidikan. Berawal dari tingkat rendah, karakter terbentuk juga dibina mulai dari usia dini. Ditinjau dari lingkungannya, faktor pendidikan yang kelak berpengaruh terbentuknya karakter dan watak atau kepribadian anak yaitu: faktor pendidikan lingkungan keluarga, faktor pendidikan lingkungan sekolah, dan faktor lingkungan sekitar dengan orang lain sebagai makhluk sosial.
Paling dekat, seorang anak memperoleh pendidikan dasar yang diperoleh dari pihak keluarga khususnya orang tua. Baik ditinjau secara langsung maupun tidak langsung pendidikan keluarga tersebut tertanam pada diri seorang anak. Secara langsung, kita dapat mendefinisikan atau mengungkapkan bahwa orang tua berkewajiban mendidik anaknya, mengajarkan hal yang berkaitan dengan kehidupan yang merupakan basic atau dasar terbentuknya keperibadian anak tersebut. Awal seorang anak manusia lahir di dunia berwujud bayi. Beranjak tumbuh berkembang menjadi anak-anak, di masa inilah ia mulai belajar mengenal kehidupan melalui hal-hal yang diajarkan orang tuanya. Kemudian pendidikan yang secara tidak langsung diperoleh anak dari orang tuanya, ketika anak tersebut melihat hal di lingkungannya termasuk orang tuanya yang kemudian meniru perilaku tersebut sehingga mempengaruhi pembentukan karakter dan watak atau kepribadiannya. Keberhasilan pendidikan dasar di lingkungan keluarga ini adalah berada di tangan orang tuanya. Hasil didikan inilah yang akan membentuk kepribadian seorang anak yang kemudian akan diterapkan dalam kehidupannya atau menjadi suatu kebiasaan.
Selain dari faktor pendidikan keluarga, perkembangan kepribadian anak memperoleh pengaruh saat berada di lingkungan pendidikan sekolah. Dari proses belajarnya di lingkungan pendidikan sekolah, seorang anak memperoleh pengetahuan secara akademik berupa ilmu pengetahuan (pelajaran atau materi) yang tidak diperolehnya saat berada di rumah atau lingkungan keluarga. Karakter dan watak atau kepribadiannya mengalami perubahan yang diakibatkan oleh pergaulan dengan teman-teman sebanyanya di sekolah. Anak cenderung meniru apapun hal termasuk perilaku atau perbuatan orang lain yang telah dilihatnya. Wujud keingintahuannya yang memicu penjiplakan yang dilakukannya atau hanya sekedar ingin mencoba untuk melakukan hal sama yang ia lihat. Dalam lingkup ini, motivator yang berperan adalah guru atau peserta didik dan teman-teman sebaya menjadi suatu hal yang berpengaruh dalam perkembangan sikap, tingkah laku dan kepribadian seorang anak.
Pendidikan di lingkungan sosial atau bermasyarakat sebagai wujud interaksi membina hubungan baik dengan orang lain di sekitar anak itu berada. Lingkungan ini bukanlah lingkunan keluarga atau lingkungan sekolah namun diluar kedua lingkungan tersebut, mengingat manusia termasuk makhluk sosial. Sebagai contoh untuk memperjelas hal ini, anak terpengaruh orang-orang yang berada di lingkungan tempat ia tinggal. Perilakunya menjadi buruk karena ia tinggal di sekitar lingkungan orang-orang yang suka kekerasan (preman), selain itu lingkungan keluarga yang tidak menyenangkan sehingga membuatnya tidak nyaman, tertekan dan depresi. Hal ini berpengaruh pada psikisnya secara mental, berakibat pula pada tingkah laku atau perbuatan yang dilakukannya. Menjadikan kebiasaan bagi dirinya sehingga terbentuklah karakter dan watak atau kepribadian yang tidak jauh berbeda dengan lingkungan sekitar tempat seorang anak itu tinggal.
Salah satu solusi perubahan bangsa Indonesia menjadi lebih baik adalah melalui peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pendidikan. Maka, perlulah dapat diterapkan dan memperhatikan faktor pendidikan lingkungan keluarga, faktor pendidikan lingkungan sekolah, dan faktor lingkungan sekitar dengan orang lain sebagai makhluk sosial yang akan berpengaruh pada sistem perkembangan anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Dari proses jangka panjang di bidang pendidikan tersebut diharapkan mampu mencetak manusia Indonesia yang berbudi luhur juga memiliki karakter dan watak atau kepribadian yang ideal, yang dapat membangun kesejahteraan bangsa Indonesia secara Nasional dan menyeluruh.
0 komentar:
Posting Komentar