19/02/12

Kepahitan Hidup dalam Renungan


Sepi memang, hening..
hanya satu efek yang tertinggal yang begitu melekat, mendekat, juga tetap erat.
Orang tak mengerti, hanya sekian oranglah yang mengerti.
Aku sendiripun bingung,
dihujani pertanyaan yang berasal dari otak
 atau pula yang datang dari organ manusia yang paling istimewa
 ..hati.

Ku memikirkan, namun tak kasat mata.
Sesaat, saat tertentu terbawa..
dalam suasana memekik di seperempat tenggorokan.
Asing, bingung, linglung..
apa lagi kata-kata yang dapat melukiskan angan misteri ini?
Seperti mimpi namun nyata terjadi di depan mata,
raga mengaku-mematung tak bergerak.
Mata terbelalak sebagai gambaran hati nurani yang dikejutkan.
Air mata menetes ..hampir putus asa memang, atau memang sudah?

Liku-liku kehidupan dilalui yang dapat dikatakan jauh dari ketentraman hati, begitu keras dengan perjuangan membayar hidupnya sendiri.
Sejarah tak begitu saja sekejap hilang, terekam dengan jelas dalam ingatan otak.
 Tanpa disadari rekaman itu kembali terulang,
berputar sebagai langkah flashback kisah.
Bak kisah menyakitkan tubuh dihujani dengan ribuan jarum tertancap.
Hati siapa yang dapat berbohong?
Raga pun memperjelas lewat derai air mata jatuh, mengalir di pipi dengan rona kemerahan.

::biodata
Arifah Nian Ekasari dilahirkan di Semarang tanggal 4 November 1992. Seorang mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2010 di Universitas Negeri Semarang. Dari usia belia ia sangat menyukai seni, begitu pula sastra yang hingga kini selalu menjadi inspirasinya. Bebas berekspresi seperti biji yang membuat kita selalu tumbuh dan berkembang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
art . ekspression . culture Blogger Template by Ipietoon Blogger Template