Ku memikirkan, namun tak
kasat mata. Laksana angin menerpa pohon dengan energi dahsyat tetapi taukah,
pohon itu tetap bersikukuh di tempat. Seakan rubuh tapi tidak rubuh, dengan
usahanya yang begitu kuat sangat mengagumkan sebagai adaptasi dan dapat juga
dikatakan sebagai perlindungan diri.
Sesaat, saat tertentu
terbawa dalam suasana memekik di seperempat tenggorokan. Asing, bingung,
linglung ..apa lagi kata-kata yang dapat melukiskan angan misteri ini?
Seperti mimpi namun
nyata terjadi di depan mata, raga mengaku-mematung tak bergerak. Mata
terbelalak sebagai gambaran hati nurani yang dikejutkan bak meronta ingin bebas
apa daya tubuh telah kehilangan rohnya.
Redup yang kian gelap,
mengharap secercah cahaya penyejuk hati membawa suatu hal yang maha dahsyat
sebagai penuntun.
Air mata menetes
..hampir putus asa memang, lentera dari botol minyak pun tak bisa mencegahnya.
Liku-liku kehidupan dilalui yang dapat dikatakan jauh dari ketentraman hati,
begitu keras dengan perjuangan membayar hidupnya sendiri.
Sejarah tak begitu saja
sekejap hilang, terekam dengan jelas dalam ingatan otak. Tanpa disadari rekaman
itu kembali terulang, berputar sebagai langkah flashback kisah bak kisah
menyakitkan tubuh dihujani dengan ribuan jarum tertancap. Hati siapa yang dapat
berbohong? Raga pun memperjelas lewat derai air mata jatuh, mengalir di pipi
dengan rona kemerahan.
***@nianniun
0 komentar:
Posting Komentar