28/07/13

DEFINISI SATUAN BAHASA

1)    FONEM
a. Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna kata.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: RINEKA CIPTA

b.  Sesuatu bunyi yang mempunyai fungsi untuk membedakan kata dari kata yang lain dapat disebut fonem (Inggr. Phoneme).
Fonem adalah setiap kata yang dibagi atas segmen yang terkecil.

Verhaar, J.W.M. 1988. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

c. Fonem adalah satuan bahasa terkecil yang bersifat abstrak dan mampu menunjukkan kontras makna.

Oka, I.G.N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

d. Fonem adalah bunyi yang distingtif (membedakan arti) atau kesatuan fungsional yang terkecil yang dapat membedakan arti.


Nikelas, Syahwin. 1988. Pengantar Linguistik untuk Guru Bahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

e.   Fonem adalah kesatuan bunyi terkecil yang membedakan arti.

Wasilah, A. Choedar Al. 1990. Linguistik suatu Pengantar. Bandung: Angkasa

f.   Fonem adalah bunyi yang membedakan arti/ atau fonem adalah satuan bunyi terkecil di dalam bahasa lisan yang berfungsi membedakan arti.

Lubis S dan Siregar. 1985. Pengantar Linguistik Umum. Jakarta: P3B Depdikbud

2)     MORFEM
a.   Morfem adalah bentuk yang sama, yang terdapat berulang-ulang dalam satuan bentuk yang lain.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: RINEKA CIPTA

b.   Satu morfem kebetulan dapat juga terdiri atas satu fonem saja, morfem adalah bagian yang disebut dalam definisi di atas, dan boleh disebut bagian, atau “konstituen”, gramatikal yang terkecil (Ingg. Morpheme).

Verhaar, J.W.M. 1988. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

c.   Morfem adalah satuan bahasa unsure pembentuk kata yang bersifat abstrak.

Oka, I.G.N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

d.  Morfem adalah bentuk yang paling kecil yang mempunyai arti yang terdapat dalam pembentukan kata dari setiap bahasa.

Nikelas, Syahwin. 1988. Pengantar Linguistik untuk Guru Bahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

e.   Morfem adalah bentuk terkecil yang mempunyai arti.

Lubis S dan Siregar. 1985. Pengantar Linguistik Umum. Jakarta: P3B Depdikbud

f.  Morfem adalah satuan terkecil dari pembentukan kata dalam suatu bahasa yang tidak dapat diuraikan lebih lanjut ke dalam bagian-bagian yang bermakna atau yang dapat dikenal.

Ba’dulu, Abdul Murs dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta: PT Rineka Cipta

3)      KATA
a.   Para tata bahasawan tradisional member pengertian terhadap kata berdasarkan arti dan ortografi. Menurut mereka kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian; atau kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi dan mempunyai satu arti.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: RINEKA CIPTA

b.   Secara sintaksis apa yang kita sebut kata ialah setiap konstituen yang dapat (i) dipisahkan dari konstituen yang berikutnya atau yang mendahuluinya dalam kalimat tertentu; (ii) bertukar tempat, atau ber”permutasi”, dengan konstituen yang berikutnya atau yang mendahuluinya dalam kalimat tertentu.

Verhaar, J.W.M. 1988. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

c.   Kata adalah satuan bahasa yang terbentuk dari satu morfem atau lebih.

Oka, I.G.N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

d.  Kata adalah setiap bentuk bebas yang paling kecil dan tidak dapat dibagi ke bagian kecil lainnya; satu kesatuan yang utuh yang mengandung makna.

Nikelas, Syahwin. 1988. Pengantar Linguistik untuk Guru Bahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

e. Crystal (1980 : 383-385), kata adalah satuan ujaran yang mempunyai pengenalan intuitif universal oleh penutur asli, baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulisan.
Kata adalah satuan yang dapat didefinisikan secara fisik yang dijumpai dalam suatu rentang tulisan (yang dibatasi oleh spasi) atau bicara (dimana identifikasi lebih sulit lagi, tetapi mungkin ada petunjuk-petunjuk fonologis untuk mengidentifikasi batas-batas kesenyapan atau ciri-ciri jeda).
Kata adalah suatu bentuk bebas yang terkecil, yaitu suatu unsur yang dapat muncul tersendiri dalam berbagai posisi dalam kalimat.

Ba’dulu, Abdul Murs dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta: PT Rineka Cipta

4)      FRASE
a.   Frase adalah satuan sintaksis yang satu tingkat berada di bawah satuan klausa, atau satu tingkat berada di atas satuan kata.
Frase lazim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: RINEKA CIPTA

b.   Frase itu ialah kelompok kata.

Verhaar, J.W.M. 1988. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

c.   Frase adalah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak terdiri dari subjek dan predikat.

Oka, I.G.N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

d.  Frase adalah suatu konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih, tetapi yang tidak mempunyai ciri konstruksi sebuah klausa dan sering pula mengisi slot atau gatra dalam tingkat klausa.

Parera, Jos Daniel. 1980. Pengantar Linguistik Umum Bidang Sintaksis. Flores: Nusa Indah

e.  Ramlan (1981 : 121), frase adalah satuan gramatikan yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.

Ba’dulu, Abdul Murs dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta: PT Rineka Cipta

5)      KLAUSA
a.   Klausa  merupakan tataran di dalam sintaksis yang berada di atas tataran frase dan di bawah tataran kalimat.
Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtunan kata-kata berkonstruksi predikatif.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: RINEKA CIPTA

b.  Klausa adalah satuan gramatikal unsure pembentuk kalimat yang berstruktur predikatif.

Oka, I.G.N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

c.  Klausa adalah sebuah kalimat yang memenuhi salah satu pola dasar kalimat inti dengan dua atau lebih unsur pusat.

Parera, Jos Daniel. 1980. Pengantar Linguistik Umum Bidang Sintaksis. Flores: Nusa Indah

d.  Klausa adalah segmental kalimat yang mengandung fungsi subjek dan predikat atau predikat saja, tetapi tidak mempunyai unsur prosodi yang berupa intonasi, khususnya intonasi final.

Ba’dulu, Abdul Murs dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta: PT Rineka Cipta

6)      KALIMAT
a. Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap, merupakan definisi umum yang biasa kita jumpai.
Kalimat adalah lafal yang tersusun dari dua buah kata atau lebih yang mengandung arti, dan disengaja serta berbahasa Arab, dianggap sebagai definisi yang sudah baku (Lihat Djuha 1989).

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: RINEKA CIPTA

b.  Kalimat adalah ujaran yang berisi pikiran lengkap yang tersusun dari subjek dan predikat, dengan pengertian bahwa subjek adalah “tentang apa sesuatu dikatakan” dan “predikat adalah apa yang dikatakan tentang subjek”.

Oka, I.G.N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

c.   Kalimat berdasarkan tradisional gramatika adalah ungkapan dari suatu pikiran yang lengkap.
Menurut ahli bahasa tradisional, kalimat adalah satuan yang mempunyai sebuah subjek dan sebuah predikat.
W. Nelson Francis bukunya The Structure of American English, kalimat adalah ujaran yang lancer dari seorang dimana dari ujaran tersebut kelihatan adanya jeda di antara ujaran dan di akhir ujaran biasanya ada jeda akhir yang biasanya dikenal sebagai intonasi final.
Kalimat adalah unit komunikasi utama dalam bahasa.

Nikelas, Syahwin. 1988. Pengantar Linguistik untuk Guru Bahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

d.  Kalimat adalah sebuah bentuk ketatabahasaan yang maksimal yang tidak merupakan bagian dari sebuah konstruksi ketatabahasaan yang lebih besar dan lebih luas.

Parera, Jos Daniel. 1980. Pengantar Linguistik Umum Bidang Sintaksis. Flores: Nusa Indah

e.   Samsuri (1985 : 53), kalimat adalah untaian yang berstruktur dari kata.
Ramlan (1981 : 6), kalimat adalah satuan gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai oleh nada akhir turun atau not.
Lado (1968 : 27), kalimat adalah satuan terkecil dari ekspresi lengkap.

Ba’dulu, Abdul Murs dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta: PT Rineka Cipta

7)      WACANA
a. Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: RINEKA CIPTA

b. Wacana adalah kaidah penggunaan yang memberikan bagaimana tuturan melaksanakan tingkah laku sosial.

Kaseng, Sjahruddin. 1989. Linguistik Terapan : Pengantar Menuju Pengajaran Bahasa yang Sukses. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

c.  Wacana adalah satuan bahasa yang paling besar; satuan bahasa terlengkap; satuan bahasa tertinggi atau terbesar, menurut Kridalaksana.

Oka, I.G.N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

d.  Soenarji, 1989, wacana adalah kombinasi kalimat yang digunakan untuk mengekspresikan pikiran dan ide yang kompleks.

Ba’dulu, Abdul Murs dan Herman. 2005. Morfosintaksis. Jakarta: PT Rineka Cipta

 ***Arifah Nian (arsip)
"Semoga Bermanfaat" :)

1 komentar:

  1. Casino City, Queens, NY - Mapyro
    Casino City, Queens, NY. 남양주 출장마사지 5790 Photos & 천안 출장마사지 943 Reviews. "Casino City" with 수원 출장안마 447 reviews and 804 photos. "It's been so 익산 출장샵 awesome. But I 광주 출장샵

    BalasHapus

 
art . ekspression . culture Blogger Template by Ipietoon Blogger Template